Posted by: jogjaexpo | October 8, 2012

Surya Souvenir – Perajin Kipas Bambu, Cendana dan Undangan Gulung

Home industri kerajinan kipas ini dirintis Tumadi sejak tahun 2000 dengan label Surya Souvenir. Saya terpanggil berusaha di bidang ini, pertama untuk merintis masa depan sebagai seorang perajin karena tidak memungkinkan melanjutkan pendidikan lagi. Namun hal lainnya juga karena para perajin yang ada di wilayah Jipangan saat itu, hanya mampu menjual tangkai kipas bambu saja. Sedangkan saya mengamati bahwa produk kipas mempunyai pangsa pasar yang luas. Demikian Tumadi saat ditemui reporter bantulbiz.com, Rabu (24/08/11).


Kipas yang diproduksi Tumadi adalah kipas lipat dari bambu, kipas bulat, kipas cendana dan kipas Jepang jumbo. Kipas bambu biasanya dikombinasikan dengan kain batik, kain satin, piles blaco dan tetron. Untuk kipas Jepang jumbo yang juga terbuat dari bambu namun melalui proses mekanik, biasanya menggunakan kain sifon. Kipas yang dapat digunakan sebagai undangan atau media kampanye maupun promosi produk, umumnya dikombinakan dengan kain satin, piles, blaco dan tetron. Produk ungulan lainnya adalah undangan gulung.


Kini dengan tenaga kerja harian maupun borongan sebanyak 90 orang, Surya Souvenir mampu memproduksi 4.000 kipas untuk souvenir dan 1.000 kipas undangan perhari. Proses sablon untuk kipas undangan, telah pula ditangani sendiri oleh 5 orang tenaga kerjanya. Kipas yang diproduksi umumnya berukuran panjang jari-jari 17 cm dan 19 cm dengan jumlah jari 9-10, 21 cm dengan 17 jari dan 27 cm dengan 21 jari. Untuk memberikan pelayanan yang optimal, Tumadi mempersiapkan pula box kipas satndar berbentuk kotak dan oval dan box full colour.

Harga jual kipas produk Surya Sovenir mulai Rp. 750 sampai Rp. 3.500 tanpa box. Harga box standar Rp. 500 sedangkan yang full colour Rp. 1.200. Undangan gulung dipatok harga sebesar Rp. 2.750. Kebijakan harga jual produk Surya Souvenir juga dibedakan antara partai besar dan kecil. Untuk partai besar minimal 400 potong kipas. Perbedaan satu dengan lainnya, bergantung pada ukuran besar dan kain yang digunakan pada kipas tersebut. Kini omzet penjualan kipas telah mencapai Rp. 25 juta per minggu dengan tingkat keuntungan 20 – 25 %.

Pekerjaan membuat kipas masih ditangani secara manual dan benar-benar merupakan kerajinan tangan. Peralatan yang digunakan antara lain: gergaji, pisau, parang, tanggem, bor duduk maupun bor tangan, tang, mesin jahit dan alat sablon. Sementara ini menurut Tumadi, dia tidak melayani permintaan ekspor karena tuntutan yang terlalu rumit. Oven juga dimiliki, namun digunakan hanya pada musim penghujan. Saat ini proses pengeringan tangkai bambu, hanya mengandalkan panas matahari.

Investasi dalam bentuk peralatan kerja yang dimiliki Tumadi bernilai kurang lebih Rp. 32,5 juta antara lain dalam bentuk 1 buah oven, 4 buah mesin jahit, 1 bor duduk, 4 bor tangan, 8 gergaji, tanggem 6 buah, pisau dan parang. Untuk meningkatkan kualitas produknya, ke depan Tumadi masih sangat membutuhkan alat pengirat dan alat tatah mekanik. Karena investasinya cukup besar, ia membuka pintu bagi mereka yang berminat untuk berinvestasi ke dalam usahanya. Saat ini baik workshop maupun show room usahanya, hanya menempati rumah kediamannya.

Di wilayah Jipangan sendiri saat ini ada kurang lebih 20 orang perajin kipas bambu. Sentra kerajinan kipas bambu Jipangan diakui Tumadi memang belum tertata dengan baik. Namun untuk memotivasi tumbuh kembang perajin kipas di sini, kami telah membentuk paguyuban MASPANJI ( Masyarakat Perajin Jipangan) dengan kegiatan rutin pertemuan bulanan setiap minggu terakhir. ( Fernandez )

—————————————————

Surya Souvenir : d/a. Jipangan Rt. 01, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta
Contact Person : Tumadi – via bantulbiz.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: