Posted by: jogjaexpo | October 8, 2012

Sumaryadi Blankon – Perajin Blankon

Blangkon merupakan bagian dari pakaian adat kaum pria dengan ciri khas mondholan (tonjolan) di bagian belakang. Blangkon tersebut menggunakan iket atau kain batik sebagai bahan bakunya. Salah satu pembuat blangkon ini yaitu Sumaryadi, warga Guwosari, Pajangan Bantul. Setelah 15 tahun berpengalaman bekerja membuat blangkon, Sumaryadi memutuskan memproduksi sendiri kerajinan blangkon ini.


SUmaryadi dibantu istri dan beberapa tenaga kerja membuat blangkon gaya mataraman (jogja), Solo, Solo klonceran, Sunda, Madura, dan blangkon anak-anak. Selain model-model tersbeut, Sumaryadi juga pernah menerima pesanan blangkon model kalimantan dan menerima blangkon model apapun sesuai contoh dari pemesan. Untuk ukuran pun, SUmaryadi menyesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan pasar. Blangkon ukuran dewasa berukura 5 – 13, menurut penjelasan Sumaryadi ukura yang banyak dicari ukuran 6,7,8.


Bahan baku blangkon ini dari kain iket atau kain jarik dimana untuk satu iket bisa dibuat 2 blangkon gaya mataraman sedangkan untuk gaya solo bisa menghasilkan 4 blangkon. Perbedaan tersebut terdapat pada banyaknya lipitan (wiru) yang otomatis mempengaruhi kebutuhan bahan. Selain kain batik bahan lain yang diperlukan yaitu karton, tikar mendong dan kain furing.

Selain model yang bermacam-macam, Sumaryadi juga memproduksi blangkon dengan tingkatan kualitas yaitu biasa, sedang dan halus. Tingkatan kualitas ini dibedakan menurut bahan baku yang digunakan sedangkan untuk pembuatannya sama. Untuk blangkon halus, kain iket yang digunakan iket pilihan, dan kerangka yang digunakan lebih lentur sehingga nyaman digunakan. Blangkon kualitas halus ini jika sudah lama dan iketnya kusam bisa dibalik sehingga tidak kelihatan kusam.

Sumaryadi menjual blangkon produksinya ke berbagai toko di sekitar Jogja. Blangkon mataraman kualitas biasa harga jualnya 25.000 – 30.000, kualitas sedang 60.000 – 75.000 sedangkan kualitas halus diatas 150.000. berbeda dengan mataraman, blangkon gaya solo harga nya 25.000 – 35.000 dan model solo klonceran 10.000 – 20.000. Produk yang juga laris dijual yaitu blangko anak dengan harga jual 7.500 – 12.500. Dari penjualan blangkon ini, Sudarmaji meraih omset sekitar 8 – 10 juta perbulan dengan keuntungan 20 – 25%.

Tenaga kerja yang turut membuat blangkon bersama sumaryadi sejumlah 6 orang yang tersebar di berbagai wilayah. SUmaryadi berharap tetangga sekitarnya mau belajar dan memproduksi blangkon bersamanya untuk menambah penghasilan. Selama ini tenaga kerja yang jauh dari tempat tinggalnya memerlukan biaya dalam proses pengambilan. Bagi tenaga baru, Sumaryadi memerlukan waktu dua bulan untuk melatih mmebuat blangkon. Tenaga kerja memperoleh upah mulai 1000 hingga 20.000 per blangkon.

Info lebih lanjut Hubungi :
Sumaryadi Blangkon
Kentolan Kidul / 02-06, Guwosari
Pajangan, Bantul
Hp : (0274) 665 – 4055


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: