Posted by: jogjaexpo | October 8, 2012

Sanggar Diponegoro – Produsen Aneka Kerajinan Kayu

Sanggar seni ini didirikan 1995 oleh Dahana di dusun Watu Gedog Goa Selarong Rt.02/31 desa Goasari, Pajangan, Bantul . Bergerak dalam bidang seni kerajinan kayu, Sanggar Diponegoro kini telah mampu menghasilkan lebih dari 100 jenis kerajinan. Namun yang menjadi unggulan adalah produk “Loro Blonyo” atau patung sepasang pengantin. Dalam proses finishingnya, loro blonyo dibatik atau disungging yakni diberi warna dengan cat, sebelum siap dijual. Demikian penjelasan Dahana saat diwawancarai reporter bantulbiz.com di workshopnya, Rabu (10/08/11).


Produk kerajinan yang dihasilkan diantaranya: patung (loro blonyo, cangek, menong, wayang, wayang golek, wayang klitik, minas dan gambyong); topeng; cup lampu; almari miniatur; coaster; nampan (dari kayu dan bambu); frame cermin, binatang (gajah, jerapah, kucing, kura-kura, dan burung hantu); gelang; asbak; dakon; rekal (tempat membaca buku); candle holder; cepuk manggis; box tissue; piring; cawan; sumpit (dari kayu jati); yoyok dan asesoris. Jenis lainnya sesuai permintaan pembeli. Bahan baku yang digunakan adalah kayu jati, sengon, klepu dan pule dari wilayah DIY.


Untuk mendukung usahanya, Dahana dibantu 9 orang tenaga kerja tetap yang bekerja dari jam 08.00 – 16.00 dan 20 orang tenaga kerja borongan. Sebagian besar proses produksinya dikerjakan dalam sanggar yang berbentuk semi permanen, berukuran 20 x 9 m. Seluruh proses produksi dikerjakan secara manual. Hanya beberapa peralatan mekanik yang digunakan seperti mesin bor duduk, mesin amplas dan mesin potong kayu. Produk-produk Sanggar Diponegoro difinishing dengan cara di batik, disungging, di semprot dengan melamin dan diolesi dengan minyak goreng.

Pangsa pasar produk Dahana sudah cukup luas, antara lain di hampir seluruh kota di pulau Jawa, beberapa kota di Sumatra, kepulauan Riau, kalimantan, Bali dan Sulawesi. Untuk meningkatkan pangsa pasar produknya, Dahana mengikuti beberapa event pameran seperti Pekan Raya Jakarta, IKRA, Inacraft dan lainnya. Kini Sanggar Diponegoro telah memiliki 10 pelanggan tetap: 3 di Yogyakarta, 3 di Bali, 2 di Jakarta, 1 di Malang dan 1 di Tanjung Pinang. Harga jual produknya sangat terjangkau mulai dari Rp. 2.500 sampai Rp. 600.000 dengan tingkat keuntungan 20 – 25 %.

Walau perkembangan usahanya cukup potensial, namun Sanggar Diponegoro masih berbentuk home industri. Manajemen usahanyapun masih dikerjakan secara sederhana dan hanya memiliki ijin tempat usaha. Hal yang mendukung berkembangnya usaha ini, karena hampir seluruh transaksi dilakukan secara tunai, terletak di daerah wisata Goa Selarong dan juga memiliki show room di Pasar Seni Gabusan. Mereka yang ingin membeli produk Sanggar Diponegoro dapat langsung berkomunikasi dengan pemiliknya melalui kontak person di bawah ini. (Nura/Fernandez)

————————————————–

Sanggar Diponegoro : d/a. dusun Watu Gedog Goa Selarong Rt.02/31 desa Goasari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta 55751
Contact Person : Dahana BS. – Hp. 081 328 773 229, 0917 464 977 , Fax. (0274) 367 257


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: