Posted by: jogjaexpo | October 7, 2012

Ota Bambu Cendani – Perajin Meubel Fungsional dan Handicraft

Mulai beroperasi 1997, Ota Bambu Cendani yang didirikan oleh Ahmad Thofihul Falah (45) masih eksis hingga saat ini. Sampai dengan 2002 hanya bergerak dalam bidang handicraft. Produk usahanya antara lain : tempat sampah, kotak tisue, tray, tempat buku, ordner, kotak perhiasan yang umumnya dilapisi kulit bambu apus, kulit bambu tutul, tripleks, karton, tikar pandang, mendong, bagor, lem kuning dan lem apoxy/ponal. Namun sejak 2002, Ahmad merubah arah produk usahanya dengan lebih fokus memproduksi meubel fungsional dan seluruh perabotan rumah tangga. Demikian dijelaskan Ahmad ketika diwawancarai di workshopnya, Kamis (06/10).


Walau telah beralih ke meubel fungsional, namun Ahmad masih tetap memproduksi handicraft sesuai permintaan yang ada. Sementara ini masih ada permintaan barang-barang handicraft dari Jepang. Untuk produk meubel fungsional yang diproduksi antara lain : meja kursi tamu, meja kursi makan, almari pakaian 2 pintu maupun 1 pintu, almari buku 2 maupun 1 pintu, meja rias, meja telpon, meja kopi, sofa bed, rak display sap 5, kitchen set, cermin dalam berbagai bentuk dan ukuran, tempat tidur, sketsel, rak buku dan perabot rumah lainnya. Semua produk meubel fungsional dibuat dari bahan baku utamanya bambu cendani, yang didatangkan dari Wonosobo.


Menurut Ahmat 70 % produknya dieksport ke Jepang, Mesir, Abudabi, Spanyol dan Canada. Sedangkan 30 % lainnya untuk memenuhi pangsa pasar dalam negeri ke Jakarta, Bandung, Bali dan Yogyakarta sendiri. Rata-rata dalam 2 bulan sekali produk kami dieksport sebanyak 1 container. Omzet per bulan baik untuk produk meubel fungsional maupun handicraft antara Rp. 25 – 50 juta dengan tingkat keuntungan 20 %. Untuk mendukung usahanya, Ahmad menyewa workshop yang sekaligus berfungsi juga sebagai showrom di dusun Mutihan Rt. 04 Kotagede – Wirokerten, Banguntapan, Bantul seluas 275 m2 dan merekrut 10 orang tenaga kerja yang dibayar harian.

Karena produk yang dihasilkan termasuk produk untuk kelas menengah ke atas, maka harga jualnyapun terbilang cukup mahal. Meja + kursi tamu dijual Rp. 2,5 juta, meja + kursi makan Rp. 1,5 juta, almari pakaian maupun almari buku 2 pintu Rp. 1,5 juta, almari pakaian maupun buku 1 pintu Rp. 850.000, sofa bed Rp. 850 ribu, meja rias Rp. 350 ribu, ketchen set per m Rp. 200 ribu, cermin Rp. 110 – 350 ribu, rak display sap 5 Rp. 400 ribu, sketsel Rp. 350 ribu, meja TV Rp. 450 ribu, cofie table Rp. 80 ribu dan telephone table Rp. 70 ribu. Seluruh produknya tidak menggunakan paku, namun hanya dengan sistim pen dan lem kuning maupun epoxy/ponal sehingga tampak naturalis.

Proses produksinya sebagian besar dikerjakan secara manual atau hand made. Inilah mungkin yang disukai buyer dari manca negara. Peralatan mekanik yang dimiliki sangat terbatas dan sebagian besar dibantu oleh Pemerintah melalui Dinas Perindagkop. Jenis peralatan mekanik yang dimiliki antara lain : bor duduk 2 unit, bor tangan 2 unit, mesin amplas 2 unit dan sircle 2 unit. Merekayang berminat dengan produk Ota Bambu Cendani, dapat memesan melalui alamat di bawah ini. (Fernandez)

——————————————————-

Ota Bambu Cendani : d/a. Mutihan Kotagede Rt. 04, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Yk.
Contact Person : Ahmad Thofihul Falah – Telp. (0274) 7166 378, 087 839 089 500
Fax : (0274) 381 390
Email : otabambucendani@yahoo.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: