Posted by: jogjaexpo | October 7, 2012

Griya Ukir Kulit, Sagio – Kerajinan Wayang kulit dan Aneka Kerajinan Bernuansa Wayang

Wayang , yang merupakan warisan leluhur budaya Jawa telah membuat Sagio, warga Bangunjiwo, Kasihan, Bantul memilihnya sebagai jalur hidupnya. Dengan kecintaanya pada Wayang, Sagio menjadikan wayang ini sebgai sumber penghasilan sekaligus melestarikannya. Memulai usaha Griya Ukir Kulit pada 1974, Sagio masih terus menerima pesanan produk bernuansa wayang hingga sekarang.


Sagio mempelajari wayang sejak tahun 1978 dari ayahnya dan abdi dalem yang merupakan ahli wayang. Sagio pun memperdalam dengan menjadi abdi dalem kraton agar bisa mengamati wayang kraton secara detail dan maksimal. Hasil kerja kerasnya, kini Sagio mampu mengenal setiap karakter wayang dan wayang buatannya berkualitas terbaik.


Wayang ini oleh sagio di wujudkan dalam berbagai model dan media. kanvas, kaca, kayu, keramik, buku dan terutama kulit merupakan media kerajinan wayang Sagio. Dari media tersebut, Produk yang dihasilkan berupa wayang kulit pertunjukan, wayang kulit souvenir, lukisan wayang, hiasan meja, hiasan dinding, pembatas buku, kipas, lampu meja, tempat kartu nama dan gantungan kunci. Selain produk kerajinan, Sagiyo juga membuat buku mengenai wayang yogyakarta yang menjadi panduan bagi perajin wayang.

Sagio memproduksi wayang berkualitas tinggi dengan membidik pasar para kolektor, museum dan konsumen yang benar-benar menyukai wayang. Para pejabat seperti presiden, menteri pun menjadi konsumen Sagio dan juga konsumen dari luar negeri. Harga wayang untuk souvenir, mulai harga Rp. 5000 hingga yang paling mahal Rp. 5 juta. Sedangkan wayang pertunjukan, Sagio menjual dengan harga Rp. 150.000 hingga Rp.3,5 juta. Produk lainnya seperti souvenir dijual rata-rata Rp. 10.000 , satu set lampu loro blonyo Rp. 500.000 , kipas bulat Rp. 5000, dan kipas lipat mulai Rp.10.000 hingga Rp.100.000. Sagio juga memproduksi buku ensiklopedia wayang seharga Rp. 250.000 , lukisan wayang dengan media kertas Rp. 600.000 dan gambar wayang cetak seharga Rp. 150.000.

Produk wayang tersebut dipasarkan ke 25% pasar lokal dan sisanya ke ekspor. Pasar lokal Sagio yaitu Jakarta, Bali, Surabaya, Medan, Balikpapan, Kutai dan Jogjakarta. Untuk pasar ekspor diantaranya ke Amerika, Belanda, Perancis, Inggris, Jerman, Belgia, Jepang, Singapura dan India. Penjualann produk wayang ke berbagai daerah ini menghasilkan omset sekitar 10 juta perbulannya dengan perputaran modal sekitar Rp.25 juta.

Sagio selain memproduksi kerajinan wayang juga membuka kesempatan belajar wayang di tempatnya. Bahkan di tahun 90an, Sagiyo melatih 50 orang didaerah sekitarnya belajar wayang demi mewujudkan cita-citanya membuat sentra wayang kulit di Gendeng, Bangunjiwo. Menurut Sagio, dibutuhkan waktu sekitar 1 tahun untuk mempelajari wayang dan untuk benar-benar mengerti dibutuhkan waktu sekitar 3 tahun. Berbagai usaha seperti pelatihan, menjadi narasumber, membuat buku terus dilakukan Sagio demi melestarikan wayang ini.

Info Lebih Lanjut Hubungi :
Gendeng, RT 04, RW.02
Bagunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55184
Telp/Fax : (0274) 413267
Email : sagio-puppet@yogyes.com
website : http://www.yogyes.com/sagio-puppet


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: