Posted by: jogjaexpo | October 6, 2012

Eko Home Industry – Perajin Tenunan Lidi

Eko home industri bergerak dalam bidang tenunan lidi. Usaha ini mulanya telah dirintis oleh kakek nenek dari Suhartini istri Eko dalam bentuk tenun kain. Namun setelah generasi ke tiga mereka, tenun kain kurang mendapat pangsa pasar yang baik. Dengan alat tenun yang sama yang awalnya hanya 15 buah dari bahan kayu jati, Suhartini dan suaminya Eko Rudiyanto merintis tenunan lidi sejak tahun 2002. Tenunan lidi kelapa inipun dijadikan bahan baku untuk membuat barang-barang kerajinan seperti : tempat koran, kotak tissue, kotak bumbu dapur, tas, taplak meja/plismet dan barang souvenir lainnya. Demikian dijelaskan Suhartini (35) saat ditemui di rumahnya Giren Rt. 02 Sidomulyo, Bambanglipuro, bantul, Rabu (01/02).


Dalam perjalanan waktu, saat ini tenunan lidi tersebut bukan lagi menjadi bahan baku, tetapi menjadi produk utama yang dijual. Dua jenis produk utama mereka yakni tenunan lidi gulungan dan plismet. Tenunan lidi gulungan diproduksi di Bantul dengan ukuran 1 gulungan dengan lebar 45 cm dan panjang 11 m. Plismet diproduksi di Klaten dengan ukuran : 34 x 50 Cm. Menurut Suhartini, untuk menghasilkan 1 gulungan tenunan lidi, dibutukan bahan baku lidi sebanyak 20 ikat. Sedangkan untuk 2 plismet dibutuhkan 3 ikat lidi. Lidi tersebut didatangkan dari Pangandaran Jawa Barat dengan harga 1 ikat Rp. 1.100. Keistimewaan lidi ini : lebih panjang, lentur dan mengkilap. Tiga minggu sekali Eko dan istrinya mendatangkan 1 truck lidi dengan kapasitas 15.000 – 17.000 ikat.


Dengan 85 orang tenaga tenun di Bantul, dapat dihasilkan tenunan lidi sebanyak 275 gulung dalam seminggu. Sedangkan dari 70 orang tenaga tenun di Klaten, dapat dihasilkan 2000 plismet per minggu. Tenunan lidi gulungan, tidak bermotif sedang plismet bermotif. Dari seluruh produk yang dihasilkan, 90 % nya adalah tenunan lidi gulungan dan plismet. Sisanya produk lain baik dari bahan lidi tenunan maupun mendong dan enceng. Tenunan lidi gulungan dijual dengan harga Rp. 5.800 per meter, sedangkan plismet Rp. 1,850 per lemar. Harga jual untuk produk lainnya : kotak pakaian Rp. 43.000, tempat koran Rp. 21.000, kotak tissue Rp. 4.500 – Rp. 14.000, cermin Rp. 35.000 dan kotak perhiasan emas Rp. 2.500. Khusus plismet bermotif untuk alas makan dijual Rp. 3.250 / lembar.

Saat ini tenunan lidi gulungan dipesan pembeli dari Medan 12-24 gulung per minggu, sedangkan dari Solo 250 gulung per minggu. Plismet selalu habis terjual ke Solo dan Surabaya. Omzet penjualan dalam seminggu bisa mencapai Rp. 25 juta dengan tingkat keuntungan 10 – 20 %. Semua yang diproduksi berdasarkan pesanan. Pesanan dari Kebumen yang dalam 6 tahun terakhir selalu ada, 3 bulan ini mengalami kemacetan. Karena banyaknya reject dari PT. Swastama dari Solo, Suhartini kini meningkatkan kualitas produknya dengan mengangkat 1 orang tenaga quality control yang memberikan pendampingan kepada para penenun mereka. Suhartini juga mengharapkan produk yang direject dari Solo dapat dibeli oleh pelanggan dari Kebumen dengan harga Rp. 5.400 per meter.

Alat tenun yang dimiliki Eko dan Suhartini saat ini sebanyak 125 unit, tetapi yang digunakan hanya 85 unit, sisanya belum digunakan karena kurang tenaga. Dari 125 unit alat tenun, 15 unit terbuat dari jati, 70unit dari glugu dan 40 unit dari mahoni dengan nilai kurang lebih Rp. 55,5 juta. Ketika disinggung modal usaha, Suhartini memperkirakan modal usahanya berkisar Rp. 150 juta, hanya dikatakan pula tidak semuanya modal sendiri, sebagian adalah modal pinjaman dari bank. Tenaga kerjanya dibayar secara borongan yakni Rp. 1.250 per meter untuk tenunan lidi gulungan. Tenaga kerja yang di Bantul tersebar di beberapa tempat seperti di Sidomulyo, Mulyodadi, Ganjuran, Palbapang dan Kretek.

Selain ke dua produk utama tersebut di atas, Suhartini dan Eko juga masih memproduksi barang-barang kerajinan baik dari bahan lidi tenun maupun dari mendong dan enceng gondok. Produk yang dihasilkan cukup berkualitas dan semuanya sekali lagi atas dasar pesanan. Namun selain produk barang-barang kerajinan, usaha sampingannya yakni daur ulang barang bekas dari botol plastik untuk dijual kembali kepada pabrikan plastikyang membutuhkan. (Nura/Fernandez)

————————————————

Eko Home Industry : d/a. Giren Rt. 02, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta
Contact Person : Eko Rudiyanto atau Suhartini – hp. 081 328 715 513, 087 738 888 205, 0274 7191495


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: