Posted by: jogjaexpo | October 1, 2012

Adie Craft – Perajin Miniatur Kapal Dari Bambu

Adie CraftPerajin Miniatur Kapal Dari Bambu

Home industry ini dirintis oleh Widadi (33) sejak tahun 2001. Motivasi utamanya ingin mandiri dan tidak bergantung pihak lain dalam menafkahi hidup pribadi dan keluarganya kelak. Usaha saya mulai eksis sejak mengikuti Bantul Expo di Dwiwindu tahun 2001. Demikian penuturan Widadi kepada reporter bantulbiz.com Selasa (22/11) di rumahnya Kepek, Timbulharjo, Sewon, Bantul. Ketrampilan saya membuat kerajinan dari bambu dan gipsun, dikuasai secara autodidak, sementara basic pendidkan saya hanyalah SLTP. Usaha ini oleh Widadi diberi label Adie Craft.


Saat ini 6 jenis produk utama kerajinannya,telah diproduksi dan dipasarkan Widadi pada konsumen yang berminat. Miniatur kapal dari bambu menjadi maskot produk Adie Craft. Ada 4 tipe miniatur kapal yang dibuat yakni : brajamusti, arum tidar, pinisi dan capit urang. Produk lain yang telah dipasarkan juga : box love dari bambu, tempat tissue dari bambu, asbak rokok dari ruas bambu, pigura gambar dari gipsun dan sepeda ontel dalam botol yang merupakan produk baru, namun telah memiliki pangsa pasar. Sedang miniatur meriam dari bambu dan lampu duduk dari limbah tongkol dan kulit jagung baru diproduksi sebagai sampel saja.


Harga jual produk miniatur kapal dari Rp. 35 sampai Rp. 150 ribu, box love Rp. 7 – 15 ribu, tempat tissue Rp. 10 ribu, asbak Rp. 2- 3 ribu, sepeda ontel dalam botol Rp. 15 ribu, pigura gambar dari gipsun dengan ukuran 20 x 15 cm Rp. 15 ribu. Untuk miniatur meriam dari bambu, akan dijual Rp. 15 ribu dan lampu duduk Rp. 250 ribu. Pangsa pasar produk Adie Craft antara lain di Yogyakarta, Jakarta, Surabaya, Jambi dan kalimantan. Pangsa pasar terbesar masih di Yogyakarta, melalui 10 toko barang-barang kerajinan dengan sistim konsinyasi. Omzet penjualan berkisar Rp. 1,5 juta per bulan dengan tingkat keuntungan 70 %.

Dengan 3 orang tenaga kerja, kapasitas produksi per bulan Adie Craft untuk miniatur kapal 12 buah, box love 200, tempat tissue 300, asbak 150, sepeda ontel dalam botol 200 dan pigura gambar dari gipsum 150. Sedang miniatur meriam dari bambu dapat diproduksi 100 dan lampu duduk 16 buah. Sedikit kesulitan yang dirasakan, karena seluruh proses produksi masih menggunakan peralatan manual. Peralatan mekanis yang dibutuhkan yakni alat potong bambu dan compressor untuk proses finishing dengan pemberian melamin. (Nura/Fernandez)

————————————————-

Adie Craft : d/a. Kepek Rt. 01, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Contact Person : Widadi – hp. 081 578 009 464
E-mail : adie_craft@yahoo.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: