Posted by: jogjaexpo | September 29, 2012

Purnomo – Perajin Alat Bantu Gambar Matematika

Penggaris sebagai alat ukur dan alat bantu gambar matematika memiliki berbagai bentuk, dan ukuran. Alat bantu matematika ini bisa terbuat dari plastik, logam maupun kayu. Seperti Purnomo (40), warga Argodadi, Sedayu, Bantul yang memproduksi aneka penggaris dari kayu. Alat buatannya biasa digunakan oleh guru sehingga ukurannya cukup besar.

 


Purnomo memproduksi berbagai penggaris ini sejak 1992 meneruskan usaha orangtuanya. Produk Purnomo antara lain penggaris panjang (100cm), penggaris segitiga siku-siku (45cm X 26 cm X 52 cm), penggaris segitiga sama kaki (32cm X 32 cm X 45 cm), busur (47 cm X 23,5 cm), jangka kapur (46cm), jangka spidol (50cm) dan penghapus.

 


Semua produk tersebut berbahan baku kayu sawo kecik dan belum tergantikan dengan kayu lain. Kayu sawo kecik memiliki serat yang halus, warna kayu yang menarik dan struktur kayu yang keras. Khusus untuk busur, Purnomo menggunakan MDF sejenis triplek dan untuk penghapus menggunakan kayu sengon. Bahan baku tambahan antara lain lem super, paku, baut, seng dan kop kaca. Pembelian bahan baku ini membutuhkan modal sekitar Rp. 15 juta perbulan.

Kapasitas usaha ini dalam satu bulan untuk panggaris panjang sekitar 1000 buah, jangka 300 buah, penggaris segitiga 100 – 200 buah, dan untuk busur sekitar 100 buah perbulan. Produksi tersebut untuk melayani pelanggan dari Jakarta dan untuk pelanggan di Solo biasanya produknya dikirim per 3 bulan. Kapasitas untuk pelanggan di Solo jauh lebih kecil, penggaris sekitar 500 buah, jangka 300 buah, penggaris segitiga 150 buah dan busur 150 buah. Dari penjualan produknya dalam satu bulan, Purnomo mampu meraih omset sekitar 5-6 juta dengan keuntungan 20 – 30%.

Purnomo dalam produksi dibantu 3 tenaga laki-laki dan 3 tenaga perempuan. Peralatan yang digunakan seperti gergaji circle, gergaji jigsaw, gergaji circle duduk, gergaji tangan, tanggem, pasah, bor tangan dan kompresor. Total investasi untuk peralatan kurang lebih menghabiskan dana Rp. 6 juta.

Dalam penjelasannya, Purnomo menyampaikan kendala usaha ini yaitu bahan baku yang sulit didapat. Prediksinya, 5 tahun kedepan kayu sawo kecik ini bisa saja habis mengingat tumbuhnya yang memerlukan waktu cukup lama. Purnomo pernah mencoba alternatif lain seperti kayu jati, melinjo dan mahoni namun pelangganya tetap meminta bahan dari kayu sawo.

Info lebih lanjut hubungi :
Purnomo
Brongkol, RT 97, Argodadi, Sedayu, Bantul
Hp. 081392 3232 29


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: