Posted by: jogjaexpo | September 29, 2012

I r w a n t o – Perajin Penggaris

Usaha pembuatan penggaris yang dikelola kakak beradik Irwanto dan Irkamtri, merupakan warisan usaha orang tua. Sejak 1990 ketika orangtua mereka sudah tidak dapat bekerja lagi karena stroke, kakak beradik ini meneruskan usaha tersebut karena merasa sudah ada pelanggan tetapnya. Walau relatif statis karena hanya bisa menggunakan bahan baku kayu sawo kecik yang ketersediaannya sangat terbatas, mereka sudah merasa dari usaha ini cukup untuk memberikan penghidupan bagi keluarga mereka.


Seperti perajin penggaris lainnya, Irwanto dan Irkamtri juga menghasilkan produk : penggaris lurus dengan panjang 1 m, segitiga sama kaki dan siku-siku, jangka serta busur. Alat peraga matematik ini, dipesan secara tetap oleh satu-satunya pelanggan mereka yakni UD. Bumi Putra dari Solo. Berapapun yang kami produksi, semuanya diambil oleh mereka. Biasanya tiap 2 minggu sekali produk kami diambil, demikian diungkapkan Irwanto (45) di rumahnya Kadibeso Rt. 88, Senin (18/06). Pelanggan berkala lainnya adalah Subaranta dari Banguntapan.


Bahan baku yang digunakan hanyalah kayu sawo kecik. Menurut Irkamtri 75 % bahan baku didapat dari wilayah Bantul, sedangkan 25 % lainnya dari Kulon Progo. Harga beli 1 pohon sawo kecik antara Rp. 500 ribu – Rp. 1 juta. Dalam satu bulan kami dapat menghasilkan 1.500 penggaris, 300 set segitiga, 300 buah jangka dan 500 buah busur. Khusus bahan untuk busur dibuat dari triplek MDF tipis. Sampai saat ini bahan baku jenis lainnya tidak diinginkan pelanggan. Inilah yang kemungkinan besar menjadi kendala di masa mendatang.

Dengan harga pabrikan Irwanto menjual penggaris Rp. 3.000 per pcs, segitiga Rp. 6.500 per set, jangka Rp. 5.000 per buah dan burur Rp. 6.500 hanya kepada pelanggan tetapnya. Jika pribadi yang membeli, harganya berbeda dan lebih tinggi. Omzet penjualan yang diperoleh per bulan rata-rata Rp. 11,5 juta dengan tingkat keuntungan bersih 20 %. Untuk meningkatkan omzet penjualan, Irwanto merasa kesulitan karena kapasitas produksi sulit ditingkatkan. Sedangkan untuk mengoperasionalkan usahanya, Irwanto mempekerjakan 5 orang tenaga tetap dan 2 orang tenaga tidak tetap dengan upah harian rata-rata Rp. 30.000.

Ketika menyinggung modal usaha, baik Irwanto maupun Irkamtri memperkiran modal usahanya sekarang kurang lebih Rp. 20 juta. Modal usaha tersebut terdiri dari modal kerja sekitar Rp. 10 juta, workshop ukuran 4 x 8 meter, sircle 2 buah, jekzo 1 buah, pasah mesin 2 buah, bor tangan 2 buah dan beberapa peralatan manual seperti gergaji, palu, tanggem, pasah tangan, tang dan catut. Untuk mendapatkan kualitas produk yang baik, kayu sawo kecik lembaran yang siap dijadikan penggaris, segitiga maupun jangka, terlebih dahulu dijemur 1 sampai 2 hari agar tidak menyusut. ( Nura/Fernandez )

——————————————–

Irwanto : d/a. Kadibeso Rt. 88 Argodadi, Sedayu, Bantul, Yogyakarta
No. Kontak : hp. 081 904 046 891 ( Irwanto ) – 081 328 199 889 ( Irkamtri )


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: