Posted by: jogjaexpo | September 28, 2012

Yoga Iswantoro – Perajin Tas Berbahan Vinil dan Koten

Ketrampilan menjahit Yoga yang kebetulan juga dikuasai oleh isteri dan ayah mertuanya, benar-benar dapat dioptimalkan sebagai bekal untuk mendapatkan penghasilan pokok keluarga. Berawal sejak 2007 ketika ada seorang juragan tas di pasar Bringharjo menawarkan Yoga untuk membuat tas dari bahan vinil. Yoga (30) menyanggupi dan mulai saat itulah, usaha membuat tas dari bahan vinil dan beberapa kombinasi bahan lainnya menjadi mata pencaharian pokok keluarganya. Kini berempat bersama isteri, adik dan ayah mertuanya, Yoga mampu memproduksi 2 lusin tas berbagai bentuk dan ukuran dalam sehari.


Saat ini ada 5 jenis tas yang rutin diproduksi Yoga : tas rempang cowok, tas gendong ransel, tas resmi ibu-ibu, tas seminar dan dompet perempuan. Jenis lainnya menurut Yoga ketika ditemui di rumahnya Jumat (20/09), dapat diproduksi sepanjang ada pesanan yang disertai contoh produk. Rata-rata dalam sehari Yogya bersama anggota keluarganya, dapat memproduksi 2 lusin tas untuk melayani 2 orang juragan secara tetap. Namun demikian, bila ada pesanan insidentil dari pihak manapun, Yogay menyatakan sanggup untuk melayani.


Harga produk yang ditawarkan Yogya, dipandangnya sangat terjangkau dengan daya beli konsumen tas pada umumnya. Tas rempang cowok bahan koten dijual Rp. 35-40 rb, tas rempang cowok bahan vinil Rp. 25-30 rb. Tas gendong ransel bahan : D-600 double coin Rp. 60-75 rb, D-600 biasa Rp. 45-55 rb, kombinasi vinil dan jean Rp. 55-60 rb, vinil Rp. 45-50 rb, kain jok Rp. 35-40 rb dan kain batik Rp. 50-55 rb. Tas resmi ibu-ibu (untuk jagong) Rp. 50-60 rb, tas seminal berbahan : D-600 biasa Rp. 30 rb, D-600 kombinasi batik Rp. 30 dan kain blaco Rp. 30. Dompet perempuan berbahan vinil Rp. 30 rb. Dalam sehari suami Rini Mujiastuti ini dapat mencapai omzet Rp. 800 rb dengan keuntungan rata-rata bisa mencapai 25 %.

Lebih jauh Yogya menjelaskan bahwa bahan yang digunakan untuk membuat tas produksinya : vinil, verotek, koten, kain ( jean, kain jock, batik, blaco, D-600 double coin dan D-600 biasa), furing, busa, resleting, ring, fitrit, bisban, lem lateks, benang, kancing magnit, kancing tiptop dan pollkadot serta beberapa bahan penolong lainnya. Bahan-bahan tersebut menurut Yoga selalu tersedia dalam jumlah yang cukup di pasar Bringharjo. Hanya saja untuk meningkatkan kapasitas produksi saat ini, Yoga merasa tidak mudah mendapatkan tukang jahit yang trampil.

Di workshopnya yang berukurang 3 x 7 m dan merupakan bagian rumah tempat tinggalnya, terlihat beberapa peralatan usaha : mesin juki 1 buah, mesin jahit biasa (butterfly) 2 buah, gunting, plong, pukul dan alas kayu dan bahan baku yang menumpuk. Nilai investasi peralatan produksinya diperkirakan sebesar Rp. 5 juta. Menurut Yoga saat ini ia masih membutuhkan modal usaha karena dirasa kurang, terlebih saat ada pesanan insidentil dari institusi. Yoga juga mengakui kalau pangsa pasarnya masih sebatas wilayah DIY. Sementara ini promosi usaha kami masih bersifat komunikasi langsung atau hanya melalui teman. ( Yan/Fernandez )

—————————————

Yoga Iswantoro : d/a. Jogonalan Kidul Rt. 05/21 No. 34, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta
Hp. 0878 3873 3705 atau 0838 6957 3301


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: