Posted by: jogjaexpo | September 28, 2012

Kelompok Batik Suka Maju – Produsen Batik Tulis Tradisional

Kelompok batik ini berdiri sejak 2004 dan sekarang telah berbentuk Koperasi Wanita yang telah berbadan hukum. Jumlah anggota 91 orang dan termasuk yang paling tua diantara 10 kelompok batik yang tetap eksis di Giriloyo. Walaupun mengerjakan juga batik motif minimalis dan kontemporer, tapi kelompok Suka Maju lebih dikenal dengan produksi batik tulis motif pakem atau tradisional. Demikian diungkapkan Agus Basuki Tafip pembina kelompok batik Suka Maju di kantor Balai Desa Wukirsari, Selasa (04/09).


Rata-rata setiap anggota dapat menghasilkan 3 lembar batik per bulan. Umumnya 1 lembar batik yang dikerjakan adalah miliki kelompok dan 2 lembar lainnya milik pribadi. Pekerjaan membatik milik kelompok oleh setiap anggota hanya untuk membuat pola dan nyanting. Pewarnaan dan finishing dikerjakan bersama dalam kelompok. Untuk membuat pola dan nyanting yang biasanya dikerjakan selama 7 – 10 hari, masing-masing anggota dibayar oleh kelompok Rp. 100.000 – Rp. 150.000 tergantung tingkat kesulitan dari motif yang dikerjakan. Keuntungan dari hasil penjualan batik milik kelompok dibagikan kepada anggota, setahun sekali.


Kapasitas produksi batik milik kelompok menurut Agus, minimal 91 lembar per bulan. Bila anggota tidak mempunyai order membatik dari relasinya, mereka dapat membuat batik untuk kelompok lebih dari 1 lembar. Pembentukan kelompok yang memiliki asset kain batik tulis sendiri, didorong oleh niat yang kuat untuk berubah dari sekedar pembatik menjadi perajin batik. Untuk menjaga kebersamaan diantara seluruh pembatik dan perajin batik yang ada di Giriloyo, Kepala desa Wukirsari menetapkan kebijakan bahwa Giriloyo menjadi sentra batik tulis. Dengan demikian tidak ada produksi batik cap maupun painting di wilayah ini. Inilah salah satu kekhususan Giriloyo, demikian disampaikan Agus.

Bahan baku yang digunakan umumnya adalah primissima baik cap gamelan maupun kreto kecono. Sedikit sekali yang menggunakan kain jenis prima (mesres) ataupun sutra. Ada 2 jenis proses pewarnaan batik di sini, yakni pewarnaan alami dan pewarnaan sintetis kimiawi. Warna kain dari proses pewarnaan sintetis, umumnya lebih cerah dibandingkan pewarnaan alami. Namun semuanya mempunyai pangsa pasar tersendiri. Untuk menyesuaikan dengan daya beli masyarakat karena harga batik tulis motif pakem (tradisional) cukup mahal, kelompok batik Suka Maju juga memproduksi batik tulis motif minimalis.

Dalam 1 bulan kelompok ini dapat menjual 20 – 30 lembar batik tulis dengan harga Rp. 450.000 sampai Rp. 750.000 per lembar. Omzet dalam nilai mata uang bisa mencapai Rp. 15 juta per bulan. Untuk mendorong omzet penjualan, biasanya kami mengikuti berbagai event pameran secara rutin seperti JEC, UGM dan JCC di Jakarta. Pameran di Yogyakarta biasanya 3 kali setahun dan di Jakarta 2 kali setahun. Sekali pameran di Yogyakarta hanya mencapai omzet Rp. 10 Juta sedangkan di Jakarta minimal Rp. 20 juta. Tingkat keuntungan rata-rata 20 – 25 %. Kiat lain untuk memperluas pangsa pasar : membuka blog dan melayani bisnis online, brosur dan kerja sama dengan pemandu wisata untuk mendatangkan wisatawan ke Giriloyo.

Batik tulis dari Giriloyo menurut Zuyinah (istri Agus) umumnya pada dua sisinya sama, dengan demikian proses nyantingnya lebih lama. Dan tingginya harga batik tulis ini juga sangat dipengaruhi dari beberapa kali proses pewarnaan itu harus dikerjakan. Jenis motif tradisional yang diproduksi cukup banyak. Beberapa diantaranya : wahyu tumurun, dan iris, sido mukti, taru polo, turuntung, turuntung mangkoro, pringgodani, semar mesem, sri kuncoro, babon angkrem, guruntoyo, semen cuwiri, sido luhur dan sido asih. Masih banyak lagi motif tradisional yang sudah kami produksi, demikian Zuyinah.

Selain memproduksi batik tulis, kelompok ini juga menerima magang pelatihan membatik di bawah jumlah 30 orang untuk jangka waktu 1 minggu dengan biaya Rp. 1,5 juta per orang. Dari biaya tersebut, minimal Rp. 1 juta per angkatan masuk dana kas kelompok. Untuk memperlancar komunikasi antara anggota kelompok, diadakan pertemuan setiap tanggal 10 jam 14.00. Hal-hal yang dibahas antara lain : informasi pasar batik, pembagian tugas membatik, simpan pinjam dan arisan. Asset kelompok Suka Maju saat ini menurut Agus Rp. 175 juta terdiri dari peralatan pewarnaan Rp. 20 juta, sanitasi limbah Rp. 15 juta, deposito Rp. 40 juta uang beredar Rp. 40 juta dan produk batik Rp. 60 juta. (Nura/Fernandez)

——————————————————-

Kelompok Batik Suka Maju : d/a. Cengkehan Rt.03, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DIY
Contact Person : Agus Basuki Tafip – hp. 082 8292 1232 atau (0274) 6557238, Zuyinah – 0828 9267 4835
E-mail : suka_maju@yahoo.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: